5 Kesalahan Dalam Bisnis

Kamis, 16 Maret 2017
5 Kesalahan Dalam Bisnis

5 Kesalahan Dalam Keuangan Bisnis Yang Sering Dijumpai adalah
========================================================


1. MALAS MENCATAT

 

Ya memang mencatat itu pekerjaan yang simple tapi cukup menyita waktu sehingga sering dianggap sepele oleh sebagian orang. Tanpa pencatatan keuangan yang rapi kita tidak bisa melihat pergerakan bisnis dari sisi KEUANGAN karena berapa jumlah omzet kita tidak tercatat, berapa banyak pengeluaran kita tidak tercatat, untuk apa pengeluaran itu dilakukan juga tidak tercatat bahkan kita tidak bisa mengukur berapa kemampuan financial bisnis kita tanpa ada pencatatan keuangan dan rekapitulasi keuangan.
Idealnya memang untuk sebuah bisnis yang dijalankan kita bisa menyediakan sebuah laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang meliputi Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas. Namun semua laporan itu diawali dari satu buah pencatatan sederhana, tahukah Anda apa pencatatan itu?

Ya betul, semua berawal dari Pencatatan Mutasi Kas dan Bank. Yaitu sebuah pencatatan keuangan yang merekam mutasi masuk dan keluarnya uang dalam operasional bisnis yang dijalankan. Dalam pencatatan ini kita hanya mencatat berapa uang yang masuk, kapan uang tersebut masuk, dari mana uang tersebut masuk, dan untuk apa uang tersebut masuk kemudian kita juga mencatat berapa uang yang keluar, kapan uang tersebut keluar, kemana uang tersebut keluar, dan untuk apa uang dikeluarkan.

Dengan mudahnya kita bisa membuat pencatatan mutasi kas ini dalam Buku Kas yang banyak dijual di toko buku atau bisa juga kita membuat di buku catatan kita, mutasi kas ini dibuat per bulan dan setiap bulan kita buatkan rekapitulasi berapa jumlah penerimaan per bulan, berapa pengeluaran per bulan. Mudah bukan?

 

2. UANG BISNIS VS UANG PRIBADI

 

Ketika kita memiliki bisnis yang dijalankan dan kita sendiri pula yang mengelola bisnis tersebut, sering rasanya kita mencampur keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Artinya peruntukan uang yang ada kadang dipakai untu bisnis dan di saat yang sama pula keperluan pribadi kita didanai dari uang tersebut. Hal ini tidak boleh dilakukan dalam bisnis jika Anda ingin bisnis Anda sehat.

Seharusnya Anda memisahkan antara uang operasional bisnis dan uang pribadi Anda karena uang bisnis Anda WAJIB tercatat bagaimana pergerakannya sedangkan uang pribadi itu beda lagi perlakuannya. Masih mending jika Anda rajin melakukan pencatatan transaksi keuangan Anda, jadi Anda bisa lihat pengeluaran untuk apa saja yang Anda lakukan, yang menjadi masalah adalah ketika pencatatan keuangan Anda tidak detil maka Anda akan kebingungan kemana larinya uang Anda.

Ketika uang Anda dicampur untuk bisnis dan pribadi maka Anda tidak akan bisa objektif dalam mengatur pengeluaran Anda, karena selama uang masih tersedia maka pada saat itu pula Anda merasa bisa melakukan pengeluaran padahal bisa jadi pengeluaran Anda itu tidak ada hubungannya dengan bisnis Anda.

Jadi mulai sekarang PISAHKAN uang untuk bisnis dan uang pribadi ANDA.

 

3. TIDAK MEMBUAT BUDGETING

 

Point ini masih berhubungan dengan point sebelumnya, apakah Anda salah satu pebisnis yang tidak pernah membuat anggaran keuangan?*

Jangan galau karena Anda tidak sendirian he he

Budgeting atau anggaran penting dalam menjalankan bisnis, dengan anggaran kita bisa memiliki ACUAN berapa banyak kebutuhan kita dan untuk apa saja keperluannya. Namun banyak pebisnis tidak membuat anggaran dan mereka menjalankan bisnis bagai air mengalir, kapan ada keperluan lalu mereka lakukan transaksi padahal tidak semua keperluan bisa dilakukan pada saat itu juga.

Boleh jadi ada keperluan yang bisa ditunda maka uang yang ada bisa Anda alokasikan untuk hal lain yang bisa menunjang percepatan bisnis Anda. Boleh jadi juga sebetulnya Anda bisa menghapus pengeluaran tertentu karena tanpanya bisnis tetap berjalan seperti biasa koq. Buatlah anggaran pengeluaran bulanan Anda lengkap dengan kapan pengeluaran itu dilakukan, berapa besarnya dan untuk apa pengeluaran itu.

Dengan adanya anggaran tersebut Anda bisa tahu berapa sebetulnya kebutuhan uang Anda di bulan depan dan dengan begitu Anda akan tahu juga berapa target pemasukan Anda di bulan depan untuk bisa menutupi kebutuhan tersebut. Dalam anggaran tersebut juga perlu kiranya kita cantumkan alokasi dana untuk hal-hal di luar dugaan namun tetap nilai besarannya harus bisa kita tentukan dari awal.

Memang pada kenyataanya terkadang ada ketidakcocokan antara anggaran dan realisasi, jika hal ini terjadi maka Anda bisa menukar pos yang sudah ada dengan pengeluaran URGENT yang tidak ada dalam anggaran dan tetap saja dengan adanya Anggaran memudahkan anda mengukur pengeluaran Anda.

Setelah membuat anggaran maka selanjutnya setiap akhir bulan Anda bandingkan antara anggaran yang Anda buat dengan realisasi dan lihat apakah untuk anggaran bulan selanjutnya masih ada yang bisa disesuaikan. Contohnya anggaran ATK kita alokasikan 100ribu namun dalam realisasinya kita hanya mengeluarkan 20ribu saja maka apakah di bulan berikutnya anggaran akan tetap 100ribu atau kita kurangi, ini hanya satu contoh dari banyaknya penyesuaian yang bisa kita lakukan dalam anggaran keuangan bulanan kita.

 

4. MANAJEMEN HUTANG DAN PIUTANG

 

Yang namanya bisnis pasti kita berhubungan dengan pihak lain baik mereka sebagai sumber penerimaan maupun sebagai jalur pengeluaran dan sangat mungkin terjadi transaksi non tunai ini artinya kedua belah pihak antara kita dan mereka masing-masing memiliki kewajiban.

Ketika kita menjadi menjual barang ada kalanya kita tidak dibayar tunai tapi ada tenggang waktu dari barang kita kirim sampai uang kita terima, ini artinya kita memiliki PIUTANG.

Ketika kita menerima jasa atau barang dari pihak lain dan kita tidak langsung membayarnya maka pada saat itu kita memiliki UTANG.

Banyak pebisnis yang tidak memiliki pencatatan khusus mengenai utang dan piutang ini sehingga semua terkesan mendadak ketika kita harus membayar pun ketika kita harus menagih. Padahal pencatatan utang dan piutang ini penting sama pentingnya dengan anggaran yang kita buat karena melalui pencatatan ini kita bisa tahu kapan kita harus membayar, kepada siapa kita membayar dan berapa jumlah yang harus kita bayarkan. Begitu pun dengan piutang, kita tahu kapan kiranya kita akan menerima pembayaran, dari siapa pembayaran tersebut dan berapa besar penerimaannya sehingga kita bisa mencocokkan calon penerimaan ini dengan anggaran pengeluaran yang telah kita buat sebelumnya. 


5. STOCK TERLALU BANYAK

Khusus bagi Anda pebisnis yang melakukan penjualan barang baik yang produksi sendiri maupun reseller yang punya persediaan barang Anda harus sangat berhati-hati ketika menyimpan stock Anda.

Jika stock Anda terlalu banyak dan tidak berimbang dengan penjualan maka pada saat itu ada beberapa kerugian yang Anda derita antara lain uang Anda akan tertahan dalam bentuk barang sedangkan pengeluaran Anda setiap bulan sudah jelas ada di anggaran, kemudian kerugian lainnya adalah Anda menghabiskan banyak ruang untuk menyimpan stock Anda padahal sebetulnya ruangan Anda cukup dengan ruangan kecil saja jika mutasi barang atau stock Anda lancar, kerugian lainnya adalah timbulnya RISIKO atas stock Anda karena barang yang disimpan itu berisiko rusak atau hilang dan kedua hal tersebut secara tidak langsung akan membuat Anda kehilangan uang.

Stock itu sebetulnya adalah uang Anda hanya saja bentuknya berupa barang persediaan. Mulailah gunakan manajemen stock dimana Anda harus menghitung dan mengukur berapa kemampuan Anda menjual barang dan berapa TARGET penjualan Anda, buat stock sewajarnya saja dengan mempertimbangkan waktu, ruang, dan kemampuan Anda.

 

 

 



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar